Quantum Bioenergi :: Rahasia Kaya dan Sukses Untuk Seluruh Keluarga Anda

Home artikel bioenergi Cara Kerja Hukum Bioelektromagnetik Pada Quantum Bioenergi

Cara Kerja Hukum Bioelektromagnetik Pada Quantum Bioenergi

Bioelektromagnetik – Salah satu penyebab kegagalan dalam menjalani hidup adalah tidak adanya keyakinan (belief). Meskipun hanya merupakan salah satu penyebab, namun tidak adanya belief sangat berpengaruh dalam kegagalan menjalani sebuah kehidupan dalam berbagai aspek . Tidak adanya keyakinan dapat meruntuhkan setiap motivasi belajar, motivasi kerja dan motivasi hidup lainnya. Sedangkan setiap motivasi merupakan kunci sukses dalam pembelajaran dalam bidang apapun. Keyakinan tidak datang begitu saja, melainkan harus sengaja dibangun, baik dari dalam diri (pengaruh internal) maupun dari lingkungan (pengaruh eksternal).

Cara Kerja Hukum Bioelektromagnetik Pada Quantum Bioenergi

Sebuah keyakinan dibangun dari konsep diri yang positif. Mari sejenak kita bayangkan masa kanak-kanak. Ketika masih kanak-kanak, atau duduk di Sekolah Dasar, adakalanya seorang anak mengalami kegagalan. Lalu bapak atau ibu guru di sekolahnya mengatakan bahwa dirinya adalah ”anak bodoh”. Sesampainya di rumah, ketika ibunda melihat hasil ulangannya yang kurang memuaskan, langsung berkomentar ”makanya jangan main terus, lihat nih! hasil ulanganmu jelek. Mama gak mau punya anak bodoh!”. Perkataan ”bodoh” yang bertubi-tubi diterimanya lama kelamaan tercetak dalam pikirannya. Maka tak heran jika pribadi yang terbentuk adalah pribadi yang berlagak bodoh karena dia telah yakin bahwa dirinya memang bodoh. Inilah keyakinan yang negatif, jika tidak dirubah ke arah keyakinan positip akan dapat meruntuhkan masa depannya.

Sebuah keyakinan bisa dibangun meskipun anak yang telah dicap bodoh tadi telah tumbuh menuju remaja atau dewasa. Membangun keyakinan adalah membangun mental. Mari kita renungkan, mengapa Allah memerintahkan kita Sholat wajib 5 kali sehari, sehingga kita harus membaca Takbir sebanyak 102 kali dalam sehari, Surat Al Fatihah sebanyak 17 kali dalam sehari, dan kalimat Syahadat sebanyak 9 kali dalam sehari.

Baca Juga : Fisika Quantum Membuktikan Kekuatan Rohani Manusia

Membangun Sikap Mental Untuk Kenyakinan Kepada Allah

Jika seseorang melakukan sholat denga khusyu’, dengan hati, dengan penuh makna, dan dengan rasa takut kepada Allah, maka pengulangan kalimat takbir (Allahuakbar) yang dibaca 102 kali dalam sehari akan menumbuhkan mentalnya untuk mencintai Allah, merasa kecil dan takut di hadapanNya. Surat Al Fatihah yang dibaca 17 kali juga membangun mental untuk meyakini kekuasaan Allah, menggantungkan harapan, memohon petunjuk, perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah semata. Kalimat syahadat yang dibaca 9 kali dalam sehari, membangun mental untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya komitmen, hanya Allah saja yang ada di dalam kalbunya. Pembangunan mental seperti ini dapat sukses jika sholat dilakukan dengan khusyu”. Inilah repetition power, kekuatan pengulangan. Bahwa sesuatu yang diucapkan berulang-ulang dengan sungguh-sungguh, sehingga merasuk ke dalam hati, maka akan dapat merubah mentalnya. Namun jika sholat dilakukan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja, hanya sebatas ritual tanpa hati, maka sholatnya tidak berbekas kepada perilakunya dan tidak merubah mentalnya.

Repetition power telah diajarkan langsung oleh Allah Yang Maha Cerdas (Al Rosyid) untuk membangun mental, merubah mental ke arah yang positif. Selain dalam sholat, repetitif power juga dapat diraih melalui kalimat-kalimat zikir. Kalimat tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa illaha illallah) dan takbir (Allahuakbar) kita ucapkan berulang-ulang dalam berzikir, puluhan kali bahkan ratusan kali. Meskipun kalimat zikir itu kita ucapkan ratusan kali, namun jika hanya di bibir saja tanpa penghayatan di hati, maka tidak akan muncul dampak dalam pembangunan mental. Sebaliknya jika ucapan zikir itu hanya puluhan kali namun diucapkan dengan sepenuh hati, dengan khusyu’, maka zikir itu akan merubah mental berupa timbulnya rasa takut, ta’zim, syukur dan pengagungan terhadap Allah SWT.

Kekuatan pengulangan (repetition power) yang mampu membangun dan merubah mental ke arah positif

Bagaimana dengan usaha untuk membangun sebuah keyakinan (belief)? Maka dapat melakukan repetition power terhadap kalimat yang membangkitkan semangat untuk belajar. Misalnya saja kalimat ”aku pintar”. Ucapkanlah dengan keras namun tetap dalam penghayatan hati, misalnya 100 kali, maka lama kelamaan akan merubah mental yang tadinya bodoh menjadi pintar. Jika ucapan ”aku pintar” diulang-ulang sampai 100 kali setiap pagi ketika hendak berangkat sekolah ataupun pergi kuliah, dengan penuh perasaan, maka hal ini dapat merubah konsep diri yang semula adalah ”aku bodoh” menjadi ”aku pintar”. Perubahan konsep diri ke arah yang positip akan menimbulkan keyakinan (belief) yang sangat bermanfaat dalam menumbuhkan motivasi dan memberikan energi (sebut saja energi quantum) untuk meraih sukses dalam belajar.

Baca Juga : Kekuatan Pikiran Anda Lebih Dahsyat Jika Memahami Fisika Quantum

Menurut HM.Syaiful M. Maghsri Apa Itu Pikiran Positif?

Belief tumbuh dari prasangka positip, pikiran positip, dan yang lebih power full adalah perasaan positif. Menurut HM.Syaiful M. Maghsri, pikiran positif akan mengarahkan Bioenergi untuk menarik hal-hal positif dan menghubungkan kita dengan berbagai harapan yang materi dasarnya sudah tersedia di alam semesta sesuai dengan ”hukum daya tarik dan daya tolakyang dinamis ” (Hukum Bioelektromagnetik). Rahasia besarnya adalah adanya hukum tarik menarik di level alam metafisik yang dapat merubah hidup seseorang melalui pikiran dan perasaannya. Setiap kita berpikir, atau berperasaan, maka pikiran dan perasaan itu akan memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu ke alam metafisik yang digerakkan oleh loncatan energi hidup (Quantum Bioenergi) di semesta raya ini. Menurut hukum Bioelektromagnetik, pikiran atau perasaan positip akan menarik hal-hal positif yang berada dalam frekuaensi yang sama. Pertanyaannnya adalah apakah Frekuensi positip atau negatif yang akan ditarik? Tergantung pada apa yang kita pikirkan dan frekuensi itulah yang akan datang di dalam kehidupan kita.

Kita seperti sebuah pemancar, yang setiap saat memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu sesuai dengan pikiran dan perasaan kita. Perasaan syukur dan ikhlas merupakan pemancar terkuat untuk menarik frekuensi positif seperti ketenangan, ketentraman, kesehatan, kecukupan atau bahkan kekayaan. Sedangkan perasaan negatif seperti dendam, iri, dengki dan selalu mengeluh merupakan pemancar yang menarik frekuensi negatif seperti datangnya penyakit, hidup susah, dan tidak bahagia. Jadi,kita akan dapat merubah nasib hidup kita dengan cara merubah pola pikir dan perasaan kita. Jika perasaan putus asa dirubah dengan keyakinan, yang selalu kita pancarkan ke alam metafisik maka Bioenergi dengan kecerdasannya akan bekerja secara otomatis mendatangkan rasa optimis dan mewujudkan kesuksesan apapun pun yang menjadi harapan kita.

Humuk Bioelektrok Sesuai Dengan Ilmu Matematika

Hukum Bioelektromagnetik di alam semesta ternyata sesuai dengan ilmu matematika. Coba kita hitung : (-1) + (-1) = -2 . (-2) + (-2) = -4. (-3) + (-3) = -6. Dan seterusnya, semakin besar angka minus bila dijumlahkan dengan angka minus menjadi semakin minus. Artinya, jika kita memikirkan hal negatip sekali dalam sehari, 7 kali dalam seminggu, maka dalam waktu seminggu kita mengumpulkan 7 kali keburukan. Maka 7 keburukan itu akan menarik 7 keburukan di alam quantum dan akan kembali kepada kita sebagai 7 macam keburukan yang menimpa kita. Itu kalau dalam sehari kita hanya sekali saja berpikir negatif. Bagaimana kenyataan selama ini? Jangan-jangan lebih dari sekali bahkan seringkali kita berpikir negatif dalam sehari? Maka tinggal menghitung saja berapa jumlah keburukan yang kita tarik dari alam semesta.

Bagaimana, apakah Anda sudah paham benar tentang hukum Bioelektromagnetik?

Info Selengkapnya klik DISINI

Baca Juga Artikel Lainnya : 

Translate »